CIRI KHAS

YAYASAN AL-INSANUL KAMIL

SHAFTA adalah singkatan dari SHIDIQ, AMANAH, FATHONAH dan TABLIQ itu adalah tuntunan sifat kepemimpinan yang islami yang dicontohkan oleh Rasulullah.

SHIDIQ artinya benar, jujur dalam ucapan dan tindakan, ucapan selaras dengan tindakan dan satunya kata dengan tindakan, tidak bohong dan tidak ada dusta diantara sesama, merupakan nilai dasar shidiq yang diteladankan oleh Rasulullah kepada umatnya. Kejujuran dan kebenaran itu senantiasa dimiliki dan dilaksanakan dalam berbagai aktifitas kehidupan, termasuk dalam bidang pendidikan. Tindakan tersebut dilakukan dengan sungguh-sungguh, tidak setengah-setengah, tidak malas-malasan, atau memiliki tingkat kesadaran yang bagus dalam bertanggung jawab. Islam memerintahkan umatnya untuk senantiasa hidup dan menjalani kehidupan ini dengan benar. Hal ini sesuai dengan Hadits Rasulullah SAW. Yang artinya “Hendaklah kamu berlaku benar, karena  berlaku benar/jujur membimbing kepada kebajikan dan kebajikan membawa ke Surga”.

AMANAH artinya punya kelayakan untuk dipercaya, lawan amanah adalah khianat artinya menyalahgunakan kepercayaan. Amanah adalah segala macam amal perbuatan yang diamanahkan Allah SWT. Kepada hamba-Nya. Hal ini sesuai dengan Firman Allah dalam surat Al Anfal ayat 27 – 28 yang artinya “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul (Muhammad) dan (juga) janganlah kamu mengkhianati amanat-amanat yang dipercayakan kepadamu, sedangkan kamu mengetahui. Dan ketahuilah, bahwa hartamu dan anak-anakmu itu hanyalah sebagai cobaan dan sesungguhnya di sisi Allah-lah pahala yang besar”. Bentuk-bentuk amanah yang harus kita tanamkan sebagai suri tauladan bagi peserta didik kita adalah antara lain kejujuran, ketaatan terhadap nilai-nilai kebenaran, integritas, dan pengabdian. Menurut Salahuddin Sanusi untuk memiliki integritas minimal ada 11 prinsip yang harus dilaksanakan, yaitu beriman dan bertaqwa, persaudaraan, persamaan, musyawarah, gotong royong, pertanggungjawaban bersama, bekerja keras, berinisiatif dan kreatif, berlomba dalam kebaikan, toleransi, dan percaya diri berjalan terus pada jalan yang benar.



FATHONAH artinya cerdas, pandai atau pintar. Nilai dasar Fathonah adalah bahwa kita sebagai hamba Allah harus cerdas, kreatif, teliti, pandai dan trampil dalam mengemban  tugasnya. Sebagai pemimpin harus cerdas, supaya dapat memberikan pelayanan yang efektif berupa bantuan langsung kepada guru-guru  tentang bagaimana cara meningkatkan kualitas proses pembelajaran di kelas. Termasuk bagaimana mempersiapkan proses pembelajarannya sampai teknik evaluasinya. Guru mengembangkan proses pembelajaran yang menarik, proses pembelajaran yang aktif, kreatif dan menyenangkan sehingga siswa menjadi nyaman. Guru harus selalu berinovasi dalam proses pembelajaran. Siswa harus mengasah potensi dirinya dan juga harus perupaya untuk mengasah kecerdasannya untuk mempersiapkan diri sebagai calon-calon pemimpin bangsa yang handal.

TABLIQ adalah menyampaikan wahyu atau risalah dari Allah SWT. Kepada orang lain atau memberikan pelajaran, pengetahuan dan menyampaikan yang hak kepada yang dipimpinnya. Nabi memiliki dasar ini karena beliau punya kemampuan yang bagus dalam menyampaikan informasi, berita, wahyu, perintah, larangan, isi hati, ide, gagasan, dan seterusnya. Memiliki kemampuan menentukan strategi komunikasi yang sesuai dengan sasarannya sehingga terhindar dari fitnah akibat kesalahfahaman. Nilai dasar tabliq merupakan kunci dan erat kaitannya dengan membangun relasi, hubungan yang harmonis dan jalinan komunikasi antara sesame, atasan dan bawahan, dan seterusnya. Nabi Muhammad SAW. Tidak pernah memerintahkan umatnya untuk dakwah dengan cara mencaci maki. Menyampaikan dakwah dengan penuh hikmah dan kebijakan. Sifat-sifat Rasulullah inilah yang seharusnya kita kembangkan di dunia pendidikan kita, sehingga tercipta suasana yang kondusif di sekolah.